Komuniti Kaki Bola
SELAMAT DATANG KE FORUM KOMUNITI KAKI BOLA.

SILA DAFTAR SEBAGAI PENGGUNA UNTUK MENGGUNAKAN FORUM INI.

ANDA DIALU-ALUKAN UNTUK BERFORUM DAN BERKONGSI MAKLUMAT DI MANA² RUANGAN YANG SESUAI DI FORUM INI.

PENYERTAAN ANDA AMAT DIHARGAI.

SEMOGA ANDA BERPUAS HATI MELAYARI LAMAN INI.

TERIMA KASIH

Ajaran Islam di Amerika Sudah Ada Sebelum Datangnya Columbus

View previous topic View next topic Go down

Ajaran Islam di Amerika Sudah Ada Sebelum Datangnya Columbus

Post by Park Deen on Fri Oct 05, 2012 1:02 pm


Ajaran Islam di Amerika Sudah Ada Sebelum Datangnya Columbus


Ihsan:http://adanaberkat-petuaideadanpandangan.blogspot.com/2011/12/ajaran-islam-di-amerika-sudah-ada.html






السلام عليكم. بسم االلهالرحمن الرحيم. لا إله إلا الله. محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله. اما بعد

Jika anda melawat Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres
(Library of Congress). Lantas, mintalah arkib perjanjian kerajaan
Amerika Syarikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun
1787. Di sana akan ditemui tandatangan Kepala Suku Cherokee saat itu,
bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk
melangsungkan kewujudannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk
pemerintahan suku cherokee yang saat itu mengikut undang-undang
Islam. Lebih banyak, akan dijumpai kebiasaan berpakaian suku Cherokee
yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (serban)
dan terusan hingga sebatas lutut.




Cara berpakaian ini boleh didapati dalam gambar atau lukisan suku
cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terkini
Cherokee sebelum akhirnya benar-benar pupus dari daratan Amerika adalah
seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.




Berbicara tentang suku Cherokee, tidak boleh lepas dari Sequoyah. Ia
adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan
kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam
aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A hingga Z, maka suku Cherokee
mempunyai aksara sendiri.




Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali
oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan bahasa Arab. Bahkan, beberapa
tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemui terpahat pada
bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata "Muhammad" dalam bahasa
Bahasa Arab.










Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab
tidak hanya ditemui pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi,
Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi,
Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Bahkan, beberapa ketua suku
Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah
Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox,
Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan
pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.




Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang
menguasai alam semesta.Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka
juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk
memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa:
"In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of
prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal". Bukankah
Al-Quran juga memberitahu bahawa tujuan penciptaan manusia dan jin
semata-mata untuk beribadah pada Allah (*)




Subhanallah ....

Bagaimana boleh Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan China ketika itu untuk mengenal lebih
jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat
tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan
baru dan tentu saja memperluaskan dakwah Islam mendorong beberapa berani
di antara mereka untuk melintasi kawasan yang masih dianggap gelap
dalam peta-peta mereka ketika itu.

Beberapa nama tetap begitu terkenal sampai saat ini bahkan hampir semua
orang pernah mendengarnya sebut saja Cheng Ho dan Ibnu Batutta, namun
beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada
buku-buku akademik.




Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat
perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al
Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab
Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 - 1384) dan Ibn Battuta
(meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al Masudi (871 -
957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari
Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889
Masihi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The
Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahawa
semasa pemerintahan Khalifah Sepanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 - 912),
Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun
889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai kawasan yang belum
dikenali yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan
membawa pelbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di
seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga
menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari
pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.




Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahawa semasa pemerintahan Khalifah
Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayyah, tercatat adanya
orang-orang Islam dari Afrika yang belayar juga dari pelabuhan Delba
(Palos) di Sepanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan
berkabut , Lautan Atlantik. Mereka berjaya kembali dengan membawa
barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menulis menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar
Al-Gutiyya bahawa pada masa pemerintahan Khalifah Sepanyol, Hisham II
(976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat
meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi
Lautan Atlantik dan mendarat di gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke
barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan
Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada bulan Mei 999.




Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh
penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel
Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maghribi pada zaman
Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 - 1307) raja keenam dalam dinasti
Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun
1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan
rujukan oleh saintis Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di
Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua
Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari
(1300 - 1384) memerinci eksplorasi Geografi ini dengan saksama. Timbuktu
yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban,
perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat
dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau bermula dari
Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu
adalah Sultan Abu Bakari I (1285 - 1312), saudara dari Sultan Mansa
Kankan Musa (1312 - 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi
melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai
mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara
dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para
eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika
diabadikan dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan
dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini
menunjukkan belahan bumi bahagian barat, Amerika selatan dan bahkan
benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brazil secara cukup
tepat.




Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus
sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut
Nabi Muhammad. Dia faham bahawa orang-orang Islam telah berada di sana
terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami
Caribbean, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang
ingin menguasai dan memperhambakan rakyat Amerika.Orang-orang Islam
datang untuk berniaga dan bahkan beberapa mengahwini orang-orang
pribumi.

Lebih banyak Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya
antara Gibara dan Pantai Cuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas
bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini
sisa-sisa runtuhan masjid telah ditemui di Cuba, Mexico, Texas dan
Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus
kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim iaitu dua
bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih
keluarga dari Sultan Maghribi Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,
JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenali sebagai
penemu benua amerika? Kerana saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari
sepanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang
Kristian, kemudian orang-orang Yahudi menggalang dana untuk pelayaran
Columbus dan berita 'penemuan benua Amerika' dikirim pertama kali oleh
Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Sepanyol.

Pelayaran Columbus ini nampaknya haus penerbitan dan diperlukan untuk
mencipta legenda sesuai dengan 'mesej sponsor' Yahudi sang Kurang
dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahawa media massa dan penerbitan
dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang
seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu.




Maka nampak ada ketidak-jujuran dalam menulis fakta sejarah tentang
penemuan benua Amerika.Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi
yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang-orang Eropah
menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda? sebenarnya laksamana Zheng He atau yang di Indonesia
lebih dikenali dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua
amerika pertama, kira-kira 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan
Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para
peserta seminar yang diadakan oleh Royal Geographical Society di London
beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam
dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas
mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang
pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He
(kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemui
dari catatan sejarah, dia lantas membuat kesimpulan bahawa pelaut serta
navigator ulung dari masa Dinasti Ming itu adalah penemu awal benua
Amerika, dan bukannya Columbus.




Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu
sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan
lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahawa Columbus-lah si
penemu benua Amerika pada abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan
dengan sejumlah bukti sejarah.

Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulakan ekspedisinya
lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik
Zheng He yang dikemukakannya sebagai barang bukti itu.Menzies menjadi
sangat yakin setelah meneliti ketepatan benda-benda bersejarah itu.

Cherokee Syllabary "Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar
sebagai penemu pertama benua Amerika," ujarnya. Menzies melakukan kajian
selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk kajian peta-peta kuno, bukti
artifak dan juga pembangunan teknologi astronomi moden seperti melalui
program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang boleh mengubah alur sejarah ini, Menzies
mengatakan bahawa sebahagian besar atas peta mahupun tulisan pandu arah
China kuno berpunca pada masa pelayaran Laksamana Zheng
He.Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara
tahun 1421 dan 1423.Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri
laluan selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.




Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam
saat terlihat bintang selatan sekitar tarikh 18 Mac 1421, lokasi berada
di hujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi
semula menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta
pelayaran Zheng He.

"Saya memprogram Starry Night hingga masa pada tahun 1421 dan bahagian
dunia yang dianggarkan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap
Menzies yang juga ahli navigasi dan bekas komander kapal selam angkatan
laut Inggeris ini. Dari sini, dia akhirnya menemui dua lokasi berbeza
dari pelayaran ini berkat nota astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran
serta orientasi bumi di angkasa. Akibat putaran bumi yang kurang
sempurna membuat paksi bumi seolah mengukir bulatan di angkasa setiap 26
ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, bererti tiap titik
kutub membidik bintang berbeza selama waktu berjalan. Menzies
menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti
pada masa tahun 1421.

"Kita sudah mempunyai peta bintang China kuno namun masih memerlukan
kalendar petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah
ini, tiba-tiba ditemukanlah penyelesaiannya. "Dengan kemujuran luar
biasa, salah satu daripada tujuan yang mereka lalui, yakni antara
Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."

Sebahagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis
khatulistiwa di Lautan Hindi. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan
bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan,
disenaraikan dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan
letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita boleh memastikan masa dari peta
itu iaitu tahun 1421, plus dan minus 30 tahun. "

Sequoyah Atas penemuan tersebut, Phillip Sadler, pakar pandu arah dari
Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, berkata anggaran dengan
menggunakan peta kuno berdasarkan kedudukan bintang amatlah mungkin. Dia
juga bersetuju bahawa anggaran masa 30 tahun, seperti dalam pandangan
Menzies, juga masuk akal.




Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai peneroka
ulung. Dia lahir di Kunyang, bandar yang berada di sebelah barat daya
Negeri Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah
sebahagian daripada warga minoriti Semur. Mereka berasal dari kawasan
Asia Tengah serta menganut agama Islam.

Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke
Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak
mengadakan perjalanan ke beberapa kawasan. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah yang terkini pertahanan bangsa Mongol,
yang sudah ada jauh sebelum masa Dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming
menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke
Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.

Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya
menjadi maharaja bernama Yong Le.Nah maharaja inilah yang memberi nama
Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut yang
paling termashyur di dunia. /
Gemby Sportian
sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/08/ternyata-islam-sudah-ada-di-amerika.html
avatar
Park Deen
Admin
Admin

Negeri :
Posts : 2214
Points : 5646
Reputation : 0
Join date : 18/09/2011

View user profile http://kakibola.forumado.net

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum